September 23, 2010

Tanah Jakarta Utara dan Jakarta Barat Potensi Amblesnya Paling Besar



Beberapa dekade belakangan proses pembangunan dan semakin padatnya Jakarta telah membuat beban tanah dan jalanan ibu kota negara ini semakin besar. Kondisi ini menyebabkan tanah Jakarta rentan ambles (menurun permukaannya).

Pengkampanye Tambang Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Pius Ginting menyatakan, potensi paling besar untuk tanah ambles terletak di Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Barat yang mendekati laut. Tanah di kawasan ini beban dan penyerapan air tanahnya berlebihan. "Penurunan permukaan Jakarta mencapai lima sentimeter setiap tahunnya," kata Pius saat dihubungi Tempo, Rabu (22/9).

Pius menganalogikan tanah dengan sebuah spons yang jika terus menerus berkurang kadar kelembabannya akan semakin menipis. "Tanah Jakarta pun terlalu banyak disedot air tanahnya dengan banyaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat. Akibatnya tanah Jakarta semakin turun," katanya.

Untuk kasus Jakarta, lanjut Pius, proses konstruksi gedung-gedung bertingkat terlalu banyak menyedot air tanah. Terutama untuk gedung-gedung bertingkat yang memiliki basement sehingga ada tanah yang perlu dikeruk dan dikeringkan."Tetapi kemudian air tanah yang disedot ini tidak dikembalikan ke perut bumi," katanya.

Daerah-daerah yang terdapat banyak bangunan bertingkat seperti Sudirman, Thamrin dan Kelapa Gading juga berpotensi besar ambles. Tanah yang ambles ini, lanjut Pius, telah membuat permukaan tanah semakin rendah dibanding laut. Akibatnya air laut mudah masuk bercampur dengan air tanah.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/09/23/brk,20100923-279898,id.html

No comments:

Post a Comment