September 23, 2010

Hendarman Supandji Masih Tetap Ngantor



Rumah Hendarman Supandji di Jalan Denpasar Raya No 12 Kuningan masih sepi.

Hanya ada dua petugas yang berjaga di depan rumah bertembok warna kuning gading itu. Pukul 05.30 WIB, terlihat seseorang sedang mengelap dan membersihkan mobil Hendarman, sedan hitam bernomor polisi B 1898 RFS.

"Hari ini Bapak insya Allah masuk kerja, Rencananya mungkin baru berangkat jam 09.00," kata salah seorang petugas kepada VIVAnews, Kamis 23 September 2010.

Ditambahkan, sampai saat ini, Hendarman masih ada di dalam rumah.

Sementara, ajudan yang sering mengawal Hendarman membenarkan Jaksa Agung yang baru saja diberhentikan Mahkamah Konstitusi (MK) itu hari ini masih kerja.

"Pak Hendarman masih kerja karena belum ada putusan presiden," kata ajudan itu menjawab pesan pendek yang dikirimkan VIVAnews.

MK telah 'memecat' Hendarman Supandji dari posisi Jaksa Agung sejak Rabu 22 September 2010 pukul 14.30 WIB.

"Seluruh tindakan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung sampai 14.30," kata Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam jumpa pers usai sidang. "Kami ketok putusan tetap, sudah tidak boleh. Artinya harus berhenti sejak itu," kata Mahfud.

Dalam putusannya, Mahkamah menyatakan Pasal 22 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia adalah sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara bersyarat (conditionally constitutional), yaitu konstitusional sepanjang dimaknai “masa jabatan Jaksa Agung itu berakhir dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Republik Indonesia dalam satu periode bersama-sama masa jabatan anggota kabinet atau diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Presiden dalam periode yang bersangkutan”.

Yusril Izha Mahendra, yang dijadikan tersangka oleh kejaksaan agung dalam kasus Sisminbakum dan kemudian mengajukan uji material atas jabatan Hendarman, putusan itu menegaskan bahwa jabatan jaksa agung itu ada batasnya. Dia meminta presiden segera tentukan jaksa agung yang baru,

Namun, istana punya penafsiran lain. Denny Indrayana, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, menyatakan putusan MK tidak menyebut Hendarman adalah Jaksa Agung ilegal atau tidak sah antara 20 Oktober 2009 sampai Rabu siang ini.

Sumber: http://id.news.yahoo.com/viva/20100922/tpl-reportase-pagi-ini-dari-rumah-hendar-fa55e98.html

No comments:

Post a Comment